30+ Perintah Dasar Linux dan Fungsinya untuk Pemula: Panduan Lengkap

Perintah dasar Linux merupakan salah satu keterampilan penting bagi siapa saja yang ingin mempelajari sistem operasi Linux. Kemampuan menggunakan terminal tidak hanya dibutuhkan oleh pengguna Linux, tetapi juga oleh programmer, administrator sistem, DevOps engineer, network engineer, hingga profesional cybersecurity.

Berbeda dengan sistem operasi yang banyak mengandalkan antarmuka grafis, Linux menyediakan Command Line Interface (CLI) yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai instruksi melalui terminal. Dengan command yang tepat, pengguna dapat mengelola file dan folder, memantau sistem, mengatur hak akses, mengelola jaringan, hingga memasang perangkat lunak.

Bagi pemula, banyaknya command Linux mungkin terlihat rumit. Namun, Anda tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus. Mulailah dari command Linux dasar yang paling sering digunakan, kemudian lanjutkan ke perintah yang lebih kompleks sesuai kebutuhan.

 

Baca juga:

 

Artikel ini membahas lebih dari 30 perintah dasar Linux dan fungsinya, lengkap dengan contoh penggunaan yang dapat langsung dipraktikkan.

 

Apa Itu Perintah Dasar Linux?

Perintah dasar Linux adalah instruksi yang diberikan melalui terminal untuk menjalankan fungsi tertentu pada sistem operasi Linux.

Terminal memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan sistem menggunakan teks. Sebagai contoh, untuk mengetahui lokasi direktori yang sedang digunakan, Anda dapat menjalankan:

pwd

Sementara itu, untuk melihat isi direktori, gunakan:

ls

Kemampuan menggunakan terminal menjadi semakin penting ketika seseorang mulai bekerja dengan Linux Server, cloud computing, programming, atau DevOps.

Bagi Anda yang ingin memperdalam keterampilan teknologi secara terstruktur, Anda dapat melihat program Bootcamp NF Academy yang mencakup berbagai bidang teknologi.

 

Mengapa Perlu Mempelajari Command Linux Dasar?

Mempelajari **command Linux dasar** memberikan banyak manfaat, terutama bagi pemula yang ingin berkarier di bidang teknologi informasi.

  1. Mempercepat Pengelolaan Sistem
    Terminal memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aktivitas dengan cepat tanpa harus membuka banyak menu pada antarmuka grafis.
  2. Membantu Administrasi Server
    Linux banyak digunakan sebagai sistem operasi server. Karena itu, kemampuan menggunakan terminal menjadi salah satu keterampilan penting dalam administrasi Linux Server.
  3. Mendukung Programming
    Programmer sering menggunakan terminal untuk menjalankan aplikasi, mengelola package, mengatur lingkungan pengembangan, menjalankan Git, hingga melakukan deployment.
  4. Mendukung DevOps
    Linux merupakan salah satu fondasi penting dalam DevOps. Pemahaman command line membantu pengguna dalam mengelola server, deployment, automation, container, dan infrastruktur aplikasi.
  5.  Mendukung Pembelajaran Cybersecurity
    Linux juga banyak digunakan dalam pembelajaran keamanan sistem dan jaringan. Memahami command line dapat menjadi dasar sebelum mempelajari cybersecurity secara lebih mendalam.

 

30+ Perintah Dasar Linux dan Fungsinya

Berikut daftar perintah dasar Linux yang penting diketahui oleh pemula.

1. pwd – Mengetahui Lokasi Direktori

pwd merupakan singkatan dari Print Working Directory. Perintah ini digunakan untuk mengetahui lokasi direktori yang sedang aktif.

pwd

Contoh hasil:

/home/user

Perintah ini sangat berguna ketika Anda bekerja dengan banyak folder dan ingin memastikan lokasi direktori saat ini.

 

2. ls – Melihat Isi Direktori

Perintah ls digunakan untuk menampilkan file dan folder yang terdapat dalam sebuah direktori. Perintahnya antara lain

  • Untuk menampilkan informasi yang lebih lengkap:
    ls -l
  • Untuk menampilkan file tersembunyi:
    ls -a
  • Anda juga dapat menggabungkan keduanya:
    ls -la

Perintah ls merupakan salah satu command Linux yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

 

3. cd – Berpindah Direktori

cd merupakan singkatan dari Change Directory. Perintah ini digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya.

Contoh:

cd Documents

Untuk kembali ke direktori satu tingkat sebelumnya:

cd ..

Untuk kembali ke direktori home:

cd ~

Pemahaman cd sangat penting karena hampir semua aktivitas melalui terminal berkaitan dengan navigasi direktori.

 

4. mkdir – Membuat Direktori

mkdir digunakan untuk membuat direktori atau folder baru.

mkdir proyek

Perintah tersebut akan membuat folder bernama proyek.

Anda juga dapat membuat beberapa folder sekaligus:

mkdir dokumen gambar backup

 

5. touch – Membuat File

Perintah touch dapat digunakan untuk membuat file kosong.

touch catatan.txt

Perintah tersebut membuat file bernama catatan.txt.

Command ini sering digunakan ketika membuat file konfigurasi atau file teks sederhana melalui terminal.

 

6. cp – Menyalin File atau Direktori

cp digunakan untuk menyalin file atau direktori. Perintahnya antara lain

  • Untuk menyalin file:
    cp catatan.txt backup.txt
  • Untuk menyalin direktori beserta isinya:
    cp -r proyek proyek_backup
    Opsi -r digunakan untuk menyalin direktori secara rekursif.

 

7. mv – Memindahkan atau Mengganti Nama File

Perintah mv digunakan untuk memindahkan file atau direktori.

Contohnya:

mv catatan.txt Documents/

Selain memindahkan file, mv dapat digunakan untuk mengganti nama file.

mv lama.txt baru.txt

 

8. rm – Menghapus File atau Direktori
rm digunakan untuk menghapus file.

rm catatan.txt

Untuk menghapus direktori beserta isinya:

rm -r proyek

Gunakan perintah rm dengan hati-hati. Pastikan file atau folder yang akan dihapus memang sudah tidak diperlukan.

 

9. cat – Menampilkan Isi File

cat digunakan untuk menampilkan isi file teks melalui terminal.

cat catatan.txt

Perintah ini cocok digunakan untuk membaca file teks atau file konfigurasi berukuran kecil.

 

10. less – Membaca File Berukuran Panjang

Jika file memiliki banyak baris, gunakan less agar isi file dapat dibaca secara bertahap.

less log.txt

Untuk keluar dari tampilan less, tekan tombol q.

Command ini sangat membantu ketika Anda harus membaca file log atau konfigurasi yang berukuran besar.

 

11. head – Melihat Bagian Awal File

head digunakan untuk menampilkan beberapa baris pertama dari sebuah file.

head log.txt

Untuk menampilkan 20 baris pertama:

head -n 20 log.txt

 

12. tail – Melihat Bagian Akhir File

Kebalikan dari tail`,tail digunakan untuk menampilkan bagian akhir sebuah file.

tail log.txt

Salah satu penggunaan yang sangat berguna adalah memantau perubahan file log secara langsung:

tail -f application.log

Opsi tail membuat terminal mengikuti perubahan file ketika terdapat data baru.

 

13. grep – Mencari Teks

grep digunakan untuk mencari kata atau pola tertentu dalam file.

Contoh:

grep "error" log.txt

Perintah tersebut akan mencari baris yang mengandung kata error.

grep sangat berguna ketika administrator atau developer perlu mencari informasi tertentu dalam file konfigurasi maupun log sistem.

 

14. find – Mencari File dan Direktori

Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori berdasarkan nama dan kriteria tertentu.

Contoh:

find /home/user -name "catatan.txt"

Untuk mencari file dengan ekstensi .txt:

find . -name "*.txt"

Command ini sangat berguna ketika Anda bekerja dengan banyak file dan direktori.

 

15. clear – Membersihkan Tampilan Terminal

Perintah clear digunakan untuk membersihkan tampilan terminal.

Perintah ini tidak menghapus file atau data. clear hanya membersihkan teks yang sedang tampil pada terminal.

 

16. history – Melihat Riwayat Command

history digunakan untuk melihat daftar perintah yang sebelumnya pernah dijalankan.

Fitur ini berguna ketika Anda ingin menemukan kembali command yang sebelumnya digunakan.

 

17. man – Membaca Manual Perintah

man merupakan singkatan dari **manual**. Perintah ini digunakan untuk membaca dokumentasi suatu command.

Contohnya:

man ls

Untuk membaca manual chmod:

man chmod

Untuk keluar dari halaman manual, tekan q.

Bagi pemula, man merupakan command yang sangat penting karena membantu memahami fungsi, opsi, dan cara penggunaan suatu perintah.

Anda juga dapat menggunakan GNU Coreutils Manual sebagai referensi untuk berbagai utilitas dasar Linux.

 

18. sudo – Menjalankan Perintah dengan Hak Administratif

sudo digunakan untuk menjalankan command dengan hak akses administratif sesuai dengan konfigurasi pengguna pada sistem.

Contoh:

sudo apt update

Perintah ini perlu digunakan dengan hati-hati karena hak administratif memungkinkan pengguna melakukan perubahan penting pada sistem.

 

19. whoami – Mengetahui Pengguna Aktif
whoami digunakan untuk mengetahui nama pengguna yang sedang aktif.

Command ini bermanfaat ketika bekerja pada komputer atau server yang memiliki beberapa akun pengguna.

 

20. who – Melihat Pengguna yang Sedang Login
Perintah who digunakan untuk melihat pengguna yang sedang masuk atau login ke dalam sistem.

Informasi tersebut dapat membantu administrator mengetahui sesi pengguna yang sedang aktif.

 

21. id – Melihat Identitas Pengguna
Perintah id digunakan untuk menampilkan informasi identitas pengguna, seperti UID dan GID.

Command ini juga dapat digunakan untuk mengetahui group yang dimiliki oleh pengguna.

 

22. chmod – Mengatur Hak Akses File

chmod digunakan untuk mengubah permission atau hak akses file dan direktori.

Contoh:

chmod 755 script.sh

Permission Linux umumnya terdiri atas:

  • Read (r) untuk membaca.
  • Write (w) untuk menulis.
  • Execute (x) untuk menjalankan.

Hak akses tersebut berlaku pada pengguna, grup, dan pengguna lainnya.

Memahami chmod sangat penting bagi Anda yang mulai mengelola Linux Server.

 

23. chown – Mengubah Kepemilikan File

chown digunakan untuk mengubah kepemilikan file atau direktori.

Contohnya:

sudo chown user:user file.txt

Command ini banyak digunakan dalam administrasi Linux Server, terutama ketika mengatur file yang digunakan oleh aplikasi atau layanan tertentu.

 

24. df – Melihat Penggunaan Ruang Disk

df digunakan untuk melihat penggunaan ruang penyimpanan pada filesystem.

df -h

Opsi -h membuat informasi ukuran lebih mudah dibaca, misalnya dalam MB atau GB.

 

25. du – Melihat Ukuran File dan Direktori

du digunakan untuk mengetahui penggunaan ruang penyimpanan oleh file atau direktori.

Contoh:

du -sh Documents

Command ini dapat membantu menemukan folder yang menggunakan ruang penyimpanan dalam jumlah besar.

 

26. free – Melihat Penggunaan Memori

Perintah free digunakan untuk melihat penggunaan memori sistem.

free -h

Informasi yang ditampilkan antara lain total memori, memori yang digunakan, dan memori yang tersedia.

 

27. ps – Melihat Proses yang Berjalan

ps digunakan untuk menampilkan proses yang sedang berjalan.

Untuk melihat informasi proses secara lebih lengkap:

ps aux

Perintah ini dapat membantu ketika melakukan pemeriksaan atau troubleshooting pada sistem Linux.

 

28. top – Memantau Sistem secara Real-Time

top digunakan untuk melihat proses dan penggunaan sumber daya sistem secara langsung.

Informasi yang dapat dipantau antara lain:

  • Penggunaan CPU.
  • Penggunaan memori.
  • Proses yang sedang berjalan.
  • Pengguna yang menjalankan proses
  • Beban sistem.

Perintah ini sangat berguna bagi administrator Linux ketika melakukan pemantauan sistem.

 

29. kill – Mengirim Signal ke Proses

kill digunakan untuk mengirimkan signal kepada suatu proses.

Contoh:

kill 1234

Angka 1234 merupakan contoh PID atau **Process ID**.

Gunakan command ini dengan hati-hati dan pastikan proses yang dihentikan memang aman untuk dihentikan.

 

30. ip – Melihat Informasi Jaringan

Perintah ip digunakan untuk melihat dan mengelola informasi jaringan pada Linux. Perintahnya antara lain:

  • Untuk melihat alamat IP dan interface
    ip addr
  • Untuk melihat interface jaringan
    ip link

Command ini sangat berguna bagi pengguna yang mempelajari networking, Linux Server, dan cybersecurity.

Jika ingin mempelajari Linux networking lebih lanjut, Anda dapat merujuk pada dokumentasi Linux Kernel Networking.

 

31. ping – Menguji Konektivitas Jaringan

ping digunakan untuk menguji konektivitas jaringan antara komputer dan host tujuan.

Contohnya:

ping google.com

Perintah ini dapat membantu melakukan pemeriksaan awal ketika terjadi masalah koneksi jaringan.

Untuk menghentikan proses ping, tekan Ctrl + C

 

32. curl – Melakukan Transfer Data melalui Jaringan

curl merupakan command-line tool yang dapat digunakan untuk melakukan transfer data melalui berbagai protokol jaringan.

Contoh:

curl https://example.com

curl banyak digunakan untuk menguji endpoint, memeriksa respons server, mengakses API, dan melakukan otomatisasi.

Untuk mempelajari penggunaan `curl` secara lebih lengkap, Anda dapat membaca dokumentasi resmi curl.

 

33. wget – Mengunduh File

wget digunakan untuk mengunduh file melalui jaringan.

Contoh:

wget https://example.com/file.zip

Command ini sangat berguna ketika bekerja pada Linux Server tanpa menggunakan browser.

 

34. apt – Mengelola Package

apt merupakan package manager yang umum digunakan pada distribusi Linux berbasis Debian, termasuk Ubuntu. Perintahnya antara lain:

  • Untuk memperbarui informasi package
    sudo apt update
  • Untuk memperbarui package
    sudo apt upgrade
  • Untuk memasang aplikasi
    sudo apt install nama-package
  • Untuk menghapus package
    udo apt remove nama-package

Perintah apt terutama digunakan pada distribusi berbasis Debian. Distribusi Linux lainnya dapat menggunakan package manager yang berbeda.

Jika Anda menggunakan Ubuntu, informasi tambahan dapat ditemukan melalui dokumentasi resmi Ubuntu.

 

Perintah Fungsi
pwd Menampilkan direktori aktif
ls Menampilkan isi direktori
cd Berpindah direktori
mkdir Membuat direktori
touch Membuat file
cp Menyalin file atau direktori
mv Memindahkan atau mengganti nama
rm Menghapus file atau direktori
cat Menampilkan isi file
less Membaca file secara bertahap
head Menampilkan bagian awal file
tail Menampilkan bagian akhir file
grep Mencari teks
find Mencari file atau direktori
clear Membersihkan tampilan terminal
history Melihat riwayat command
man Membuka manual
sudo Menjalankan command dengan hak administratif
whoami Menampilkan pengguna aktif
chmod Mengubah permission
chown Mengubah kepemilikan
df Melihat penggunaan disk
du Melihat ukuran file atau direktori
free Melihat penggunaan memori
ps Melihat proses
top Memantau proses dan resource
kill Mengirim signal ke proses
ip Melihat dan mengelola jaringan
ping Menguji konektivitas
curl Melakukan transfer data melalui jaringan
wget Mengunduh file
apt Mengelola package

 

Mempelajari puluhan command sekaligus bukan cara yang paling efektif. Sebaiknya Anda mempelajarinya secara bertahap berdasarkan kebutuhan.

1. Mulai dari File dan Direktori
Kuasai terlebih dahulu:

  • pwd
  • ls
  • cd
  • mkdir
  • touch
  • cp
  • mv
  • rm

Command tersebut merupakan dasar navigasi dan pengelolaan file melalui terminal.

2. Pelajari Permission
Setelah memahami file dan direktori, lanjutkan dengan:

  • chmod
  • chown

Pemahaman permission sangat penting ketika Anda mulai bekerja dengan Linux Server.

3. Pelajari Monitoring Sistem
Berikutnya, pelajari:

  • df
  • du
  • free
  • ps
  • top

Command tersebut membantu Anda memahami penggunaan sumber daya sistem.

4. Pelajari Networking
Jika tertarik pada jaringan komputer, pelajari:

  • ip
  • ping
  • curl

Kemampuan tersebut dapat menjadi dasar sebelum mempelajari administrasi jaringan secara lebih lanjut.

 

Pemula perlu berhati-hati ketika menjalankan command tertentu karena beberapa perintah dapat mengubah sistem secara langsung.

  1. Menjalankan sudo tanpa memahami fungsinya
    Jangan menjalankan command dengan hak administratif jika Anda belum memahami fungsi dan dampaknya.
  2. Menghapus file secara sembarangan
    Pastikan lokasi dan nama file sudah benar sebelum menggunakan rm.
  3. Mengubah permission tanpa memahami konsepnya
    Kesalahan konfigurasi permission dapat menyebabkan pengguna atau aplikasi tidak dapat mengakses file tertentu.
  4. Menjalankan command dari internet tanpa memahaminya
    Biasakan membaca dokumentasi terlebih dahulu. Jangan hanya menyalin dan menempel command tanpa memahami fungsi setiap bagian.
  5. Tidak melakukan pencadangan
    Sebelum melakukan perubahan besar pada sistem atau server, pastikan data penting telah memiliki cadangan.

 

Menguasai perintah dasar Linux dapat menjadi fondasi untuk mempelajari berbagai bidang teknologi, seperti Linux Server, programming, networking, DevOps, cloud computing, dan cybersecurity.

Bagi Anda yang ingin memperdalam kemampuan teknologi melalui pembelajaran yang terstruktur, NF Academy menyediakan berbagai program pelatihan dan pembelajaran di bidang teknologi informasi.

Setelah memahami command Linux, Anda juga dapat mengembangkan keterampilan ke bidang DevOps Engineer, terutama yang berkaitan dengan server, deployment, automation, dan infrastructure management.

Jika tertarik dengan pengembangan kemampuan jaringan, pembelajaran dapat dilanjutkan ke Network Engineering, sedangkan bagi yang ingin mendalami keamanan sistem dapat mempelajari Cybersecurity.

 

Baca juga:

 

Menguasai perintah dasar Linux merupakan langkah awal yang penting bagi siapa saja yang ingin memahami Linux secara lebih mendalam.

Mulailah dengan command sederhana seperti pwd, ls, cd, mkdir, touch, cp, mv, dan rm. Setelah menguasai navigasi serta pengelolaan file, lanjutkan dengan command untuk membaca file, mencari data, mengatur permission, memantau sistem, dan mengelola jaringan.

Jangan hanya menghafalkan command. Praktikkan setiap perintah secara langsung dan pahami fungsi serta dampaknya terhadap sistem.

Dengan kemampuan terminal yang baik, Anda akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mempelajari Linux Server, programming, DevOps, networking, cloud computing, dan cybersecurity.

 


#Apa saja perintah dasar Linux untuk pemula?
Beberapa perintah yang penting dipelajari antara lain pwd, ls, cd, mkdir, touch, cp, mv, rm, cat, grep, find, chmod, sudo, ps, top, ip, dan apt.

Apa fungsi `ls` pada Linux?
`ls` digunakan untuk menampilkan daftar file dan direktori yang terdapat pada suatu lokasi.

Apa fungsi `cd` pada Linux?
cd digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya.

Apa fungsi `sudo` pada Linux?
sudo digunakan untuk menjalankan perintah dengan hak akses administratif sesuai dengan konfigurasi izin pengguna pada sistem.

Apakah Linux sulit dipelajari oleh pemula?
Linux dapat dipelajari secara bertahap. Pemula dapat memulai dari command untuk navigasi direktori dan pengelolaan file sebelum melanjutkan ke administrasi sistem dan jaringan.

Apakah perintah Linux penting untuk DevOps?
Ya. Pemahaman Linux dan command line merupakan keterampilan penting dalam berbagai aktivitas DevOps, termasuk pengelolaan server, deployment, automation, dan infrastructure management.

© 2023 Nurul Fikri Academy. All Rights Reserved Owned by PT Nurul Fikri Cipta Inovasi