Perintah dasar Linux merupakan salah satu keterampilan penting bagi siapa saja yang ingin mempelajari sistem operasi Linux. Kemampuan menggunakan terminal tidak hanya dibutuhkan oleh pengguna Linux, tetapi juga oleh programmer, administrator sistem, DevOps engineer, network engineer, hingga profesional cybersecurity.
Berbeda dengan sistem operasi yang banyak mengandalkan antarmuka grafis, Linux menyediakan Command Line Interface (CLI) yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai instruksi melalui terminal. Dengan command yang tepat, pengguna dapat mengelola file dan folder, memantau sistem, mengatur hak akses, mengelola jaringan, hingga memasang perangkat lunak.
Bagi pemula, banyaknya command Linux mungkin terlihat rumit. Namun, Anda tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus. Mulailah dari command Linux dasar yang paling sering digunakan, kemudian lanjutkan ke perintah yang lebih kompleks sesuai kebutuhan.
- Pelajari Linux untuk Pemula dan Profesional
- 10 Skill IT yang Paling Dicari Perusahaan di Tahun 2026
- 10 Ancaman Keamanan Siber yang Harus Diwaspadai Tahun 2026
- 15 Tools AI yang Membantu Programmer Bekerja Lebih Cepat
- 15 Tools AI Terbaik untuk Programmer dan Web Developer
Artikel ini membahas lebih dari 30 perintah dasar Linux dan fungsinya, lengkap dengan contoh penggunaan yang dapat langsung dipraktikkan.
Apa Itu Perintah Dasar Linux?
Perintah dasar Linux adalah instruksi yang diberikan melalui terminal untuk menjalankan fungsi tertentu pada sistem operasi Linux.
Terminal memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan sistem menggunakan teks. Sebagai contoh, untuk mengetahui lokasi direktori yang sedang digunakan, Anda dapat menjalankan:
pwd
Sementara itu, untuk melihat isi direktori, gunakan:
ls
Kemampuan menggunakan terminal menjadi semakin penting ketika seseorang mulai bekerja dengan Linux Server, cloud computing, programming, atau DevOps.
Bagi Anda yang ingin memperdalam keterampilan teknologi secara terstruktur, Anda dapat melihat program Bootcamp NF Academy yang mencakup berbagai bidang teknologi.
Mengapa Perlu Mempelajari Command Linux Dasar?
Mempelajari **command Linux dasar** memberikan banyak manfaat, terutama bagi pemula yang ingin berkarier di bidang teknologi informasi.
- Mempercepat Pengelolaan Sistem
Terminal memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aktivitas dengan cepat tanpa harus membuka banyak menu pada antarmuka grafis. - Membantu Administrasi Server
Linux banyak digunakan sebagai sistem operasi server. Karena itu, kemampuan menggunakan terminal menjadi salah satu keterampilan penting dalam administrasi Linux Server. - Mendukung Programming
Programmer sering menggunakan terminal untuk menjalankan aplikasi, mengelola package, mengatur lingkungan pengembangan, menjalankan Git, hingga melakukan deployment. - Mendukung DevOps
Linux merupakan salah satu fondasi penting dalam DevOps. Pemahaman command line membantu pengguna dalam mengelola server, deployment, automation, container, dan infrastruktur aplikasi. - Mendukung Pembelajaran Cybersecurity
Linux juga banyak digunakan dalam pembelajaran keamanan sistem dan jaringan. Memahami command line dapat menjadi dasar sebelum mempelajari cybersecurity secara lebih mendalam.
30+ Perintah Dasar Linux dan Fungsinya
Berikut daftar perintah dasar Linux yang penting diketahui oleh pemula.
1. pwd – Mengetahui Lokasi Direktori
pwd merupakan singkatan dari Print Working Directory. Perintah ini digunakan untuk mengetahui lokasi direktori yang sedang aktif.
pwd
Contoh hasil:
/home/user
Perintah ini sangat berguna ketika Anda bekerja dengan banyak folder dan ingin memastikan lokasi direktori saat ini.
2. ls – Melihat Isi Direktori
Perintah ls digunakan untuk menampilkan file dan folder yang terdapat dalam sebuah direktori. Perintahnya antara lain
- Untuk menampilkan informasi yang lebih lengkap:
ls -l - Untuk menampilkan file tersembunyi:
ls -a - Anda juga dapat menggabungkan keduanya:
ls -la
Perintah ls merupakan salah satu command Linux yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
3. cd – Berpindah Direktori
cd merupakan singkatan dari Change Directory. Perintah ini digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya.
Contoh:
cd Documents
Untuk kembali ke direktori satu tingkat sebelumnya:
cd ..
Untuk kembali ke direktori home:
cd ~
Pemahaman cd sangat penting karena hampir semua aktivitas melalui terminal berkaitan dengan navigasi direktori.
4. mkdir – Membuat Direktori
mkdir digunakan untuk membuat direktori atau folder baru.
mkdir proyek
Perintah tersebut akan membuat folder bernama proyek.
Anda juga dapat membuat beberapa folder sekaligus:
mkdir dokumen gambar backup
5. touch – Membuat File
Perintah touch dapat digunakan untuk membuat file kosong.
touch catatan.txt
Perintah tersebut membuat file bernama catatan.txt.
Command ini sering digunakan ketika membuat file konfigurasi atau file teks sederhana melalui terminal.
6. cp – Menyalin File atau Direktori
cp digunakan untuk menyalin file atau direktori. Perintahnya antara lain
- Untuk menyalin file:
cp catatan.txt backup.txt - Untuk menyalin direktori beserta isinya:
cp -r proyek proyek_backup
Opsi-rdigunakan untuk menyalin direktori secara rekursif.
7. mv – Memindahkan atau Mengganti Nama File
Perintah mv digunakan untuk memindahkan file atau direktori.
Contohnya:
mv catatan.txt Documents/
Selain memindahkan file, mv dapat digunakan untuk mengganti nama file.
mv lama.txt baru.txt
8. rm – Menghapus File atau Direktori
rm digunakan untuk menghapus file.
rm catatan.txt
Untuk menghapus direktori beserta isinya:
rm -r proyek
Gunakan perintah rm dengan hati-hati. Pastikan file atau folder yang akan dihapus memang sudah tidak diperlukan.
9. cat – Menampilkan Isi File
cat digunakan untuk menampilkan isi file teks melalui terminal.
cat catatan.txt
Perintah ini cocok digunakan untuk membaca file teks atau file konfigurasi berukuran kecil.
10. less – Membaca File Berukuran Panjang
Jika file memiliki banyak baris, gunakan less agar isi file dapat dibaca secara bertahap.
less log.txt
Untuk keluar dari tampilan less, tekan tombol q.
Command ini sangat membantu ketika Anda harus membaca file log atau konfigurasi yang berukuran besar.
11. head – Melihat Bagian Awal File
head digunakan untuk menampilkan beberapa baris pertama dari sebuah file.
head log.txt
Untuk menampilkan 20 baris pertama:
head -n 20 log.txt
12. tail – Melihat Bagian Akhir File
Kebalikan dari tail`,tail digunakan untuk menampilkan bagian akhir sebuah file.
tail log.txt
Salah satu penggunaan yang sangat berguna adalah memantau perubahan file log secara langsung:
tail -f application.log
Opsi tail membuat terminal mengikuti perubahan file ketika terdapat data baru.
13. grep – Mencari Teks
grep digunakan untuk mencari kata atau pola tertentu dalam file.
Contoh:
grep "error" log.txt
Perintah tersebut akan mencari baris yang mengandung kata error.
grep sangat berguna ketika administrator atau developer perlu mencari informasi tertentu dalam file konfigurasi maupun log sistem.
14. find – Mencari File dan Direktori
Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori berdasarkan nama dan kriteria tertentu.
Contoh:
find /home/user -name "catatan.txt"
Untuk mencari file dengan ekstensi .txt:
find . -name "*.txt"
Command ini sangat berguna ketika Anda bekerja dengan banyak file dan direktori.
15. clear – Membersihkan Tampilan Terminal
Perintah clear digunakan untuk membersihkan tampilan terminal.
Perintah ini tidak menghapus file atau data. clear hanya membersihkan teks yang sedang tampil pada terminal.
16. history – Melihat Riwayat Command
history digunakan untuk melihat daftar perintah yang sebelumnya pernah dijalankan.
Fitur ini berguna ketika Anda ingin menemukan kembali command yang sebelumnya digunakan.
17. man – Membaca Manual Perintah
man merupakan singkatan dari **manual**. Perintah ini digunakan untuk membaca dokumentasi suatu command.
Contohnya:
man ls
Untuk membaca manual chmod:
man chmod
Untuk keluar dari halaman manual, tekan q.
Bagi pemula, man merupakan command yang sangat penting karena membantu memahami fungsi, opsi, dan cara penggunaan suatu perintah.
Anda juga dapat menggunakan GNU Coreutils Manual sebagai referensi untuk berbagai utilitas dasar Linux.
18. sudo – Menjalankan Perintah dengan Hak Administratif
sudo digunakan untuk menjalankan command dengan hak akses administratif sesuai dengan konfigurasi pengguna pada sistem.
Contoh:
sudo apt update
Perintah ini perlu digunakan dengan hati-hati karena hak administratif memungkinkan pengguna melakukan perubahan penting pada sistem.
19. whoami – Mengetahui Pengguna Aktif
whoami digunakan untuk mengetahui nama pengguna yang sedang aktif.
Command ini bermanfaat ketika bekerja pada komputer atau server yang memiliki beberapa akun pengguna.
20. who – Melihat Pengguna yang Sedang Login
Perintah who digunakan untuk melihat pengguna yang sedang masuk atau login ke dalam sistem.
Informasi tersebut dapat membantu administrator mengetahui sesi pengguna yang sedang aktif.
21. id – Melihat Identitas Pengguna
Perintah id digunakan untuk menampilkan informasi identitas pengguna, seperti UID dan GID.
Command ini juga dapat digunakan untuk mengetahui group yang dimiliki oleh pengguna.
22. chmod – Mengatur Hak Akses File
chmod digunakan untuk mengubah permission atau hak akses file dan direktori.
Contoh:
chmod 755 script.sh
Permission Linux umumnya terdiri atas:
- Read (r) untuk membaca.
- Write (w) untuk menulis.
- Execute (x) untuk menjalankan.
Hak akses tersebut berlaku pada pengguna, grup, dan pengguna lainnya.
Memahami chmod sangat penting bagi Anda yang mulai mengelola Linux Server.
23. chown – Mengubah Kepemilikan File
chown digunakan untuk mengubah kepemilikan file atau direktori.
Contohnya:
sudo chown user:user file.txt
Command ini banyak digunakan dalam administrasi Linux Server, terutama ketika mengatur file yang digunakan oleh aplikasi atau layanan tertentu.
24. df – Melihat Penggunaan Ruang Disk
df digunakan untuk melihat penggunaan ruang penyimpanan pada filesystem.
df -h
Opsi -h membuat informasi ukuran lebih mudah dibaca, misalnya dalam MB atau GB.
25. du – Melihat Ukuran File dan Direktori
du digunakan untuk mengetahui penggunaan ruang penyimpanan oleh file atau direktori.
Contoh:
du -sh Documents
Command ini dapat membantu menemukan folder yang menggunakan ruang penyimpanan dalam jumlah besar.
26. free – Melihat Penggunaan Memori
Perintah free digunakan untuk melihat penggunaan memori sistem.
free -h
Informasi yang ditampilkan antara lain total memori, memori yang digunakan, dan memori yang tersedia.
27. ps – Melihat Proses yang Berjalan
ps digunakan untuk menampilkan proses yang sedang berjalan.
Untuk melihat informasi proses secara lebih lengkap:
ps aux
Perintah ini dapat membantu ketika melakukan pemeriksaan atau troubleshooting pada sistem Linux.
28. top – Memantau Sistem secara Real-Time
top digunakan untuk melihat proses dan penggunaan sumber daya sistem secara langsung.
Informasi yang dapat dipantau antara lain:
- Penggunaan CPU.
- Penggunaan memori.
- Proses yang sedang berjalan.
- Pengguna yang menjalankan proses
- Beban sistem.
Perintah ini sangat berguna bagi administrator Linux ketika melakukan pemantauan sistem.
29. kill – Mengirim Signal ke Proses
kill digunakan untuk mengirimkan signal kepada suatu proses.
Contoh:
kill 1234
Angka 1234 merupakan contoh PID atau **Process ID**.
Gunakan command ini dengan hati-hati dan pastikan proses yang dihentikan memang aman untuk dihentikan.
30. ip – Melihat Informasi Jaringan
Perintah ip digunakan untuk melihat dan mengelola informasi jaringan pada Linux. Perintahnya antara lain:
- Untuk melihat alamat IP dan interface
ip addr - Untuk melihat interface jaringan
ip link
Command ini sangat berguna bagi pengguna yang mempelajari networking, Linux Server, dan cybersecurity.
Jika ingin mempelajari Linux networking lebih lanjut, Anda dapat merujuk pada dokumentasi Linux Kernel Networking.
31. ping – Menguji Konektivitas Jaringan
ping digunakan untuk menguji konektivitas jaringan antara komputer dan host tujuan.
Contohnya:
ping google.com
Perintah ini dapat membantu melakukan pemeriksaan awal ketika terjadi masalah koneksi jaringan.
Untuk menghentikan proses ping, tekan Ctrl + C
32. curl – Melakukan Transfer Data melalui Jaringan
curl merupakan command-line tool yang dapat digunakan untuk melakukan transfer data melalui berbagai protokol jaringan.
Contoh:
curl https://example.com
curl banyak digunakan untuk menguji endpoint, memeriksa respons server, mengakses API, dan melakukan otomatisasi.
Untuk mempelajari penggunaan `curl` secara lebih lengkap, Anda dapat membaca dokumentasi resmi curl.
33. wget – Mengunduh File
wget digunakan untuk mengunduh file melalui jaringan.
Contoh:
wget https://example.com/file.zip
Command ini sangat berguna ketika bekerja pada Linux Server tanpa menggunakan browser.
34. apt – Mengelola Package
apt merupakan package manager yang umum digunakan pada distribusi Linux berbasis Debian, termasuk Ubuntu. Perintahnya antara lain:
- Untuk memperbarui informasi package
sudo apt update - Untuk memperbarui package
sudo apt upgrade - Untuk memasang aplikasi
sudo apt install nama-package - Untuk menghapus package
udo apt remove nama-package
Perintah apt terutama digunakan pada distribusi berbasis Debian. Distribusi Linux lainnya dapat menggunakan package manager yang berbeda.
Jika Anda menggunakan Ubuntu, informasi tambahan dapat ditemukan melalui dokumentasi resmi Ubuntu.
Tabel Ringkas Perintah Dasar Linux
| Perintah | Fungsi |
|---|---|
pwd |
Menampilkan direktori aktif |
ls |
Menampilkan isi direktori |
cd |
Berpindah direktori |
mkdir |
Membuat direktori |
touch |
Membuat file |
cp |
Menyalin file atau direktori |
mv |
Memindahkan atau mengganti nama |
rm |
Menghapus file atau direktori |
cat |
Menampilkan isi file |
less |
Membaca file secara bertahap |
head |
Menampilkan bagian awal file |
tail |
Menampilkan bagian akhir file |
grep |
Mencari teks |
find |
Mencari file atau direktori |
clear |
Membersihkan tampilan terminal |
history |
Melihat riwayat command |
man |
Membuka manual |
sudo |
Menjalankan command dengan hak administratif |
whoami |
Menampilkan pengguna aktif |
chmod |
Mengubah permission |
chown |
Mengubah kepemilikan |
df |
Melihat penggunaan disk |
du |
Melihat ukuran file atau direktori |
free |
Melihat penggunaan memori |
ps |
Melihat proses |
top |
Memantau proses dan resource |
kill |
Mengirim signal ke proses |
ip |
Melihat dan mengelola jaringan |
ping |
Menguji konektivitas |
curl |
Melakukan transfer data melalui jaringan |
wget |
Mengunduh file |
apt |
Mengelola package |
Tips Belajar Perintah Linux untuk Pemula
Mempelajari puluhan command sekaligus bukan cara yang paling efektif. Sebaiknya Anda mempelajarinya secara bertahap berdasarkan kebutuhan.
1. Mulai dari File dan Direktori
Kuasai terlebih dahulu:
pwd
ls
cd
mkdir
touch
cp
mv
rm
Command tersebut merupakan dasar navigasi dan pengelolaan file melalui terminal.
2. Pelajari Permission
Setelah memahami file dan direktori, lanjutkan dengan:
chmod
chown
Pemahaman permission sangat penting ketika Anda mulai bekerja dengan Linux Server.
3. Pelajari Monitoring Sistem
Berikutnya, pelajari:
df
du
free
ps
top
Command tersebut membantu Anda memahami penggunaan sumber daya sistem.
4. Pelajari Networking
Jika tertarik pada jaringan komputer, pelajari:
ip
ping
curl
Kemampuan tersebut dapat menjadi dasar sebelum mempelajari administrasi jaringan secara lebih lanjut.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menggunakan Linux
Pemula perlu berhati-hati ketika menjalankan command tertentu karena beberapa perintah dapat mengubah sistem secara langsung.
- Menjalankan
sudotanpa memahami fungsinya
Jangan menjalankan command dengan hak administratif jika Anda belum memahami fungsi dan dampaknya. - Menghapus file secara sembarangan
Pastikan lokasi dan nama file sudah benar sebelum menggunakanrm. - Mengubah permission tanpa memahami konsepnya
Kesalahan konfigurasi permission dapat menyebabkan pengguna atau aplikasi tidak dapat mengakses file tertentu. - Menjalankan command dari internet tanpa memahaminya
Biasakan membaca dokumentasi terlebih dahulu. Jangan hanya menyalin dan menempel command tanpa memahami fungsi setiap bagian. - Tidak melakukan pencadangan
Sebelum melakukan perubahan besar pada sistem atau server, pastikan data penting telah memiliki cadangan.
Belajar Linux untuk Mendukung Karier di Bidang Teknologi
Menguasai perintah dasar Linux dapat menjadi fondasi untuk mempelajari berbagai bidang teknologi, seperti Linux Server, programming, networking, DevOps, cloud computing, dan cybersecurity.
Bagi Anda yang ingin memperdalam kemampuan teknologi melalui pembelajaran yang terstruktur, NF Academy menyediakan berbagai program pelatihan dan pembelajaran di bidang teknologi informasi.
Setelah memahami command Linux, Anda juga dapat mengembangkan keterampilan ke bidang DevOps Engineer, terutama yang berkaitan dengan server, deployment, automation, dan infrastructure management.
Jika tertarik dengan pengembangan kemampuan jaringan, pembelajaran dapat dilanjutkan ke Network Engineering, sedangkan bagi yang ingin mendalami keamanan sistem dapat mempelajari Cybersecurity.
- Network Engineering: Pengertian, Tugas, Skill, Sertifikasi, dan Prospek Karier
- Belajar Data Engineer: Panduan Lengkap Menjadi Data Engineer Profesional di Era AI
- AI dalam DevOps: Otomatisasi Deployment dan Monitoring
- Apakah AI Akan Menggantikan Programmer? Ini Faktanya
- Linux vs Windows: Mana Sistem Operasi Terbaik untuk Pemula? Panduan Lengkap & Berimbang
Menguasai perintah dasar Linux merupakan langkah awal yang penting bagi siapa saja yang ingin memahami Linux secara lebih mendalam.
Mulailah dengan command sederhana seperti pwd, ls, cd, mkdir, touch, cp, mv, dan rm. Setelah menguasai navigasi serta pengelolaan file, lanjutkan dengan command untuk membaca file, mencari data, mengatur permission, memantau sistem, dan mengelola jaringan.
Jangan hanya menghafalkan command. Praktikkan setiap perintah secara langsung dan pahami fungsi serta dampaknya terhadap sistem.
Dengan kemampuan terminal yang baik, Anda akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mempelajari Linux Server, programming, DevOps, networking, cloud computing, dan cybersecurity.
FAQ Perintah Dasar Linux
#Apa saja perintah dasar Linux untuk pemula?
Beberapa perintah yang penting dipelajari antara lain pwd, ls, cd, mkdir, touch, cp, mv, rm, cat, grep, find, chmod, sudo, ps, top, ip, dan apt.
Apa fungsi `ls` pada Linux?
`ls` digunakan untuk menampilkan daftar file dan direktori yang terdapat pada suatu lokasi.
Apa fungsi `cd` pada Linux?
cd digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya.
Apa fungsi `sudo` pada Linux?
sudo digunakan untuk menjalankan perintah dengan hak akses administratif sesuai dengan konfigurasi izin pengguna pada sistem.
Apakah Linux sulit dipelajari oleh pemula?
Linux dapat dipelajari secara bertahap. Pemula dapat memulai dari command untuk navigasi direktori dan pengelolaan file sebelum melanjutkan ke administrasi sistem dan jaringan.
Apakah perintah Linux penting untuk DevOps?
Ya. Pemahaman Linux dan command line merupakan keterampilan penting dalam berbagai aktivitas DevOps, termasuk pengelolaan server, deployment, automation, dan infrastructure management.


