Malam Nisfu Sya’ban 2026 Jatuh pada Senin 2 Februari: Jadwal, Panduan Ibadah, & Doa

1. Tata Cara Sholat Sunnah

Umat Muslim dapat menghidupkan malam ini dengan sholat sunnah mutlak atau sholat hajat. Niat: Ushallii sunnatan rak’ataini lillaahi ta’aalaa. (Artinya: “Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah Ta’ala”).

2. Doa Nisfu Sya’ban yang Mustajab

Setelah membaca Surat Yasin, dianjurkan memperbanyak doa memohon ketetapan iman. Sesuai prinsip dalam Al-Qur’an:

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar-Ra’d: 39)

 

Berikut amalan praktis yang bersumber dari kebiasaan para salafus shalih:

  1. Puasa Sunnah
    Melaksanakan puasa pada Senin, 2 Februari 2026. Rasulullah tidak pernah puasa sunnah lebih banyak selain di bulan Sya’ban (HR. Bukhari).

  2. Membaca Surat Yasin 3 Kali
    Dilakukan secara berjamaah atau sendiri untuk mengharap keberkahan umur, rezeki, dan perlindungan.

  3. Memperbanyak Istighfar
    Sesuai perintah Allah dalam QS. Nuh: 10: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

  4. Menjaga Silaturahmi
    Menghapus dendam agar ampunan Allah tidak terhalang.

  5. Shalat Tahajud & Witir
    Menghidupkan sepertiga malam terakhir.

  6. Dzikir Kalimat Tauhid
    Memperbanyak La ilaha illallah.

  7. Berdoa di Waktu Mustajab
    Antara Maghrib dan Isya, serta sepertiga malam terakhir.

Menebar pesan positif juga merupakan dakwah:

  • “Selamat Malam Nisfu Sya’ban 2026. Mari kita saling memaafkan agar doa-doa kita melesat ke langit tanpa penghalang kebencian.”

  • “Sya’ban adalah pintu, Ramadhan adalah rindu. Mohon maaf atas segala khilaf, semoga kita semua sampai ke bulan penuh kemenangan.”

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, Malam Nisfu Sya’ban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026 (dimulai sejak waktu Maghrib). Malam ini merupakan momentum istimewa bagi umat Muslim untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Sebagai konten kreator yang fokus pada nilai edukasi, penting bagi kita untuk bersandar pada rujukan yang kuat agar ibadah yang kita jalankan memiliki dasar yang jelas.

  1. Malam Pengampunan Dosa yang Luas (Lailatul Maghfirah)
    Pada malam ini, Allah SWT memandangi hamba-Nya dengan penuh rahmat dan memberikan ampunan massal. Dalam hadits yang disahihkan oleh Syekh Al-Albani, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah muncul ke hadapan hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah & Ibnu Hibban)
  2. Malam Pelaporan Amal Tahunan
    Bulan Sya’ban adalah waktu di mana rapor amal manusia selama setahun dilaporkan kepada Allah SWT. Nisfu Sya’ban menjadi titik tengah yang sakral dalam proses ini.Rasulullah SAW bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam. Aku menginginkan amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)
  3. Malam Dikabulkannya Doa-Doa (Ijabah)
    Nisfu Sya’ban termasuk dalam malam yang sangat istimewa di mana pintu langit terbuka lebar bagi mereka yang meminta. Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menegaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah satu dari lima malam di mana doa-doa dikabulkan secara khusus.
  4. Malam Penuh Keberkahan
    Banyak ulama tafsir mengaitkan keberkahan malam ini dengan momentum persiapan spiritual yang besar.Sebagian ahli tafsir (seperti Ikrimah) memaknai “Malam yang Diberkahi” pada ayat berikut juga mencakup Nisfu Sya’ban: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi…” (QS. Ad-Dukhan: 3). (Catatan: Meski mayoritas merujuk ke Lailatul Qadar, para ulama menggunakan ayat ini untuk menunjukkan kemuliaan malam-malam di bulan Sya’ban dan Ramadhan).
  5. Kesempatan Membersihkan Hati (Tazkiyatun Nafs)
    Keistimewaan terbesar malam ini adalah menjadi “alarm” untuk membersihkan hati dari penyakit benci dan iri hati sebelum memasuki Ramadhan.

1. Tata Cara Sholat Sunnah

Umat Muslim dapat menghidupkan malam ini dengan sholat sunnah mutlak atau sholat hajat. Niat: Ushallii sunnatan rak’ataini lillaahi ta’aalaa. (Artinya: “Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah Ta’ala”).

2. Doa Nisfu Sya’ban yang Mustajab

Setelah membaca Surat Yasin, dianjurkan memperbanyak doa memohon ketetapan iman. Sesuai prinsip dalam Al-Qur’an:

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar-Ra’d: 39)

 

Berikut amalan praktis yang bersumber dari kebiasaan para salafus shalih:

  1. Puasa Sunnah
    Melaksanakan puasa pada Senin, 2 Februari 2026. Rasulullah tidak pernah puasa sunnah lebih banyak selain di bulan Sya’ban (HR. Bukhari).

  2. Membaca Surat Yasin 3 Kali
    Dilakukan secara berjamaah atau sendiri untuk mengharap keberkahan umur, rezeki, dan perlindungan.

  3. Memperbanyak Istighfar
    Sesuai perintah Allah dalam QS. Nuh: 10: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

  4. Menjaga Silaturahmi
    Menghapus dendam agar ampunan Allah tidak terhalang.

  5. Shalat Tahajud & Witir
    Menghidupkan sepertiga malam terakhir.

  6. Dzikir Kalimat Tauhid
    Memperbanyak La ilaha illallah.

  7. Berdoa di Waktu Mustajab
    Antara Maghrib dan Isya, serta sepertiga malam terakhir.

Menebar pesan positif juga merupakan dakwah:

  • “Selamat Malam Nisfu Sya’ban 2026. Mari kita saling memaafkan agar doa-doa kita melesat ke langit tanpa penghalang kebencian.”

  • “Sya’ban adalah pintu, Ramadhan adalah rindu. Mohon maaf atas segala khilaf, semoga kita semua sampai ke bulan penuh kemenangan.”

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, Malam Nisfu Sya’ban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026 (dimulai sejak waktu Maghrib). Malam ini merupakan momentum istimewa bagi umat Muslim untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Sebagai konten kreator yang fokus pada nilai edukasi, penting bagi kita untuk bersandar pada rujukan yang kuat agar ibadah yang kita jalankan memiliki dasar yang jelas.

  1. Malam Pengampunan Dosa yang Luas (Lailatul Maghfirah)
    Pada malam ini, Allah SWT memandangi hamba-Nya dengan penuh rahmat dan memberikan ampunan massal. Dalam hadits yang disahihkan oleh Syekh Al-Albani, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah muncul ke hadapan hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah & Ibnu Hibban)
  2. Malam Pelaporan Amal Tahunan
    Bulan Sya’ban adalah waktu di mana rapor amal manusia selama setahun dilaporkan kepada Allah SWT. Nisfu Sya’ban menjadi titik tengah yang sakral dalam proses ini.Rasulullah SAW bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam. Aku menginginkan amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)
  3. Malam Dikabulkannya Doa-Doa (Ijabah)
    Nisfu Sya’ban termasuk dalam malam yang sangat istimewa di mana pintu langit terbuka lebar bagi mereka yang meminta. Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menegaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah satu dari lima malam di mana doa-doa dikabulkan secara khusus.
  4. Malam Penuh Keberkahan
    Banyak ulama tafsir mengaitkan keberkahan malam ini dengan momentum persiapan spiritual yang besar.Sebagian ahli tafsir (seperti Ikrimah) memaknai “Malam yang Diberkahi” pada ayat berikut juga mencakup Nisfu Sya’ban: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi…” (QS. Ad-Dukhan: 3). (Catatan: Meski mayoritas merujuk ke Lailatul Qadar, para ulama menggunakan ayat ini untuk menunjukkan kemuliaan malam-malam di bulan Sya’ban dan Ramadhan).
  5. Kesempatan Membersihkan Hati (Tazkiyatun Nafs)
    Keistimewaan terbesar malam ini adalah menjadi “alarm” untuk membersihkan hati dari penyakit benci dan iri hati sebelum memasuki Ramadhan.

1. Tata Cara Sholat Sunnah

Umat Muslim dapat menghidupkan malam ini dengan sholat sunnah mutlak atau sholat hajat. Niat: Ushallii sunnatan rak’ataini lillaahi ta’aalaa. (Artinya: “Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah Ta’ala”).

2. Doa Nisfu Sya’ban yang Mustajab

Setelah membaca Surat Yasin, dianjurkan memperbanyak doa memohon ketetapan iman. Sesuai prinsip dalam Al-Qur’an:

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar-Ra’d: 39)

 

Berikut amalan praktis yang bersumber dari kebiasaan para salafus shalih:

  1. Puasa Sunnah
    Melaksanakan puasa pada Senin, 2 Februari 2026. Rasulullah tidak pernah puasa sunnah lebih banyak selain di bulan Sya’ban (HR. Bukhari).

  2. Membaca Surat Yasin 3 Kali
    Dilakukan secara berjamaah atau sendiri untuk mengharap keberkahan umur, rezeki, dan perlindungan.

  3. Memperbanyak Istighfar
    Sesuai perintah Allah dalam QS. Nuh: 10: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

  4. Menjaga Silaturahmi
    Menghapus dendam agar ampunan Allah tidak terhalang.

  5. Shalat Tahajud & Witir
    Menghidupkan sepertiga malam terakhir.

  6. Dzikir Kalimat Tauhid
    Memperbanyak La ilaha illallah.

  7. Berdoa di Waktu Mustajab
    Antara Maghrib dan Isya, serta sepertiga malam terakhir.

Menebar pesan positif juga merupakan dakwah:

  • “Selamat Malam Nisfu Sya’ban 2026. Mari kita saling memaafkan agar doa-doa kita melesat ke langit tanpa penghalang kebencian.”

  • “Sya’ban adalah pintu, Ramadhan adalah rindu. Mohon maaf atas segala khilaf, semoga kita semua sampai ke bulan penuh kemenangan.”

© 2023 Nurul Fikri Academy. All Rights Reserved Owned by PT Nurul Fikri Cipta Inovasi