17 September 2026 menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI) dan menguatkan kembali semangat kemanusiaan di tengah masyarakat. Tanggal 17 September 1945 merupakan hari berdirinya PMI, yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan kemanusiaan di Indonesia.
Peringatan Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026 tidak hanya berkaitan dengan sejarah organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengapresiasi para relawan, tenaga kesehatan, pendonor darah, serta masyarakat yang terus berkontribusi dalam membantu sesama.
Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026
Setiap tanggal 17 September menjadi momentum untuk mengenang lahirnya Palang Merah Indonesia. Berdasarkan sejarah resmi PMI, organisasi tersebut didirikan pada 17 September 1945 di bawah kepemimpinan Drs. Mohammad Hatta.
Pembentukan PMI berlangsung tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Sebelumnya, Presiden Soekarno memberikan perintah untuk mendirikan organisasi Palang Merah Nasional. Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Buntaran, kemudian membentuk Panitia Lima pada 5 September 1945 untuk mempersiapkan pembentukan organisasi tersebut.
Karena itu, 17 September 2026 dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di Indonesia.
Sejarah Palang Merah Indonesia
Awal perkembangan Palang Merah di Indonesia
Sejarah Palang Merah di Indonesia telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan. PMI mencatat bahwa pada 21 Oktober 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie atau NERKAI. Organisasi tersebut kemudian dibubarkan pada masa pendudukan Jepang.
Upaya mendirikan organisasi Palang Merah Indonesia kemudian kembali dilakukan oleh tokoh-tokoh Indonesia. Pada sekitar 1932, Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan menjadi bagian dari perjuangan tersebut.
PMI berdiri pada 17 September 1945
Setelah Indonesia merdeka, gagasan untuk memiliki organisasi Palang Merah Nasional kembali memperoleh momentum.
Pada 17 September 1945, Palang Merah Indonesia resmi didirikan di bawah kepemimpinan Drs. Mohammad Hatta. PMI kemudian menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu korban Perang Kemerdekaan Indonesia serta memulangkan tawanan perang Sekutu dan Jepang.
Perjalanan PMI kemudian memperoleh pengakuan internasional. PMI mencatat bahwa pengakuan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) diperoleh pada 15 Juni 1950. Pada Oktober 1950, PMI juga diterima sebagai anggota ke-68 Liga Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Apa Makna Hari Palang Merah Nasional?
Peringatan Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026 memiliki makna penting dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
1. Meningkatkan kepedulian terhadap kemanusiaan
Semangat Palang Merah mengajarkan bahwa bantuan kemanusiaan perlu diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
Nilai tersebut relevan dalam kehidupan masyarakat modern, terutama ketika berbagai bencana, keadaan darurat, dan persoalan sosial membutuhkan solidaritas bersama.
2. Mengapresiasi para relawan
Relawan merupakan bagian penting dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mereka dapat terlibat dalam penanganan bencana, pelayanan masyarakat, kegiatan donor darah, edukasi, hingga berbagai aktivitas sosial.
Peringatan 17 September dapat menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para relawan yang mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk membantu masyarakat.
3. Mendorong budaya donor darah
Salah satu kegiatan yang erat dengan PMI adalah pelayanan darah. Donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian sosial karena darah yang didonorkan dapat membantu orang yang membutuhkan transfusi.
Karena itu, momentum Hari Palang Merah Nasional dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara sukarela.
4. Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana
Bencana dapat terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak bencana.
PMI memiliki tugas yang berkaitan dengan bantuan dalam manajemen bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
Apa Saja Tugas Palang Merah Indonesia?
Berdasarkan informasi PMI mengenai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, PMI memiliki sejumlah tugas dalam bidang kemanusiaan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan, dan gangguan lainnya
- Memberikan layanan darah sesuai ketentuan hukum
- Mengembangkan dan mengelola relawan
- Melaksanakan pendidikan dan pelatihan terkait kegiatan Palang Merah
- Menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan Palang Merah
- Membantu manajemen bencana di dalam negeri maupun internasional
- Memberikan layanan kesehatan dan sosial
- Melaksanakan tugas kemanusiaan lain yang diberikan pemerintah
Berbagai tugas tersebut menunjukkan bahwa PMI memiliki peran yang luas dalam mendukung pelayanan kemanusiaan di Indonesia.
Peran Relawan dalam Kegiatan Kemanusiaan
Relawan menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan. Kehadiran relawan memungkinkan organisasi kemanusiaan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam berbagai kondisi.
Keterlibatan masyarakat sebagai relawan juga dapat menjadi sarana untuk membangun kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Semangat kerelawanan tersebut sejalan dengan nilai-nilai dalam gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang menempatkan kemanusiaan sebagai salah satu prinsip dasarnya.
Cara Memaknai Hari Palang Merah Nasional 2026
Memperingati Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026 tidak harus dilakukan dengan kegiatan besar. Masyarakat dapat mengambil bagian melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengikuti kegiatan donor darah
- Menjadi relawan dalam kegiatan sosial
- Membantu masyarakat yang terdampak bencana
- Menyebarkan informasi mengenai pentingnya kemanusiaan
- Mengikuti edukasi pertolongan pertama
- Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana
- Membantu sesama sesuai kemampuan masing-masing
Hal yang paling penting adalah menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum untuk membangun kepedulian yang tidak berhenti pada satu hari saja.
Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026 dan Semangat Kemanusiaan
Perjalanan PMI sejak 17 September 1945 menunjukkan bahwa kegiatan kemanusiaan membutuhkan kerja sama banyak pihak. Relawan, pendonor darah, tenaga kesehatan, pemerintah, organisasi, dunia usaha, dan masyarakat dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan bencana, semangat saling membantu menjadi semakin penting. Kepedulian sederhana dapat memberikan dampak besar bagi orang lain yang sedang menghadapi keadaan sulit.
Oleh karena itu, Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat solidaritas dan kepedulian sosial.
Hari Palang Merah Nasional 17 September 2026 merupakan momentum untuk mengenang berdirinya Palang Merah Indonesia pada 17 September 1945 sekaligus mengapresiasi kontribusi PMI dan para relawan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Peringatan ini juga dapat menjadi pengingat bahwa kemanusiaan bukan hanya tanggung jawab organisasi tertentu. Setiap orang dapat mengambil bagian melalui tindakan sederhana, seperti membantu sesama, menjadi relawan, mengikuti edukasi kebencanaan, maupun berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Dengan semangat kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong, peringatan 17 September 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat untuk berkontribusi bagi sesama.


