10 Cara Menjaga Keamanan Data Perusahaan

Data pelanggan, dokumen keuangan, informasi karyawan, kontrak, dan data operasional merupakan aset penting bagi perusahaan. Perlindungan data tidak cukup hanya dengan satu aplikasi keamanan. Perusahaan memerlukan kontrol yang berlapis dan kebiasaan kerja yang konsisten untuk mengurangi risiko kebocoran, kehilangan, maupun akses tidak sah.

 

Perusahaan menyimpan berbagai informasi penting seperti data pelanggan, dokumen internal, data keuangan, kredensial, kontrak, dan informasi operasional. Kehilangan atau penyalahgunaan data dapat berdampak pada operasional dan kepercayaan.

Keamanan data perlu dibangun melalui kombinasi kebijakan, teknologi, proses, dan perilaku pengguna.

  1. Klasifikasikan Data Berdasarkan Tingkat Kepentingan
    Tentukan data mana yang bersifat publik, internal, rahasia, atau sangat sensitif. Klasifikasi membantu organisasi menerapkan perlindungan sesuai tingkat risiko. Data yang lebih sensitif seharusnya mendapatkan kontrol akses dan perlindungan yang lebih ketat.
  2. Terapkan Prinsip Least Privilege
    Berikan akses hanya sesuai kebutuhan pekerjaan. Hak akses yang terlalu luas meningkatkan dampak apabila akun disalahgunakan atau mengalami kompromi. Lakukan peninjauan akses secara berkala, terutama ketika karyawan berpindah peran atau meninggalkan organisasi.
  3. Gunakan MFA untuk Akun Penting
    MFA menambahkan faktor autentikasi selain password. Terapkan terutama pada email, akun administrator, layanan cloud, VPN, dan sistem bisnis penting.
  4. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
    Hindari penggunaan password yang sama pada banyak layanan. Password manager dapat membantu pengguna membuat dan menyimpan kredensial unik dengan lebih aman.
  5. Enkripsi Data Sesuai Kebutuhan
    Enkripsi dapat membantu melindungi data saat tersimpan maupun saat dikirimkan. Implementasinya perlu disesuaikan dengan arsitektur sistem dan kebutuhan bisnis.
  6. Lakukan Backup dan Uji Pemulihan
    Backup harus dilakukan secara teratur dan dilindungi dari perubahan yang tidak sah. Organisasi juga perlu menguji proses restore agar mengetahui bahwa backup benar-benar dapat digunakan.
  7. Perbarui Sistem dan Aplikasi
    Patch keamanan membantu memperbaiki kerentanan yang diketahui. Inventaris aset dan jadwal pembaruan memudahkan perusahaan mengetahui sistem mana yang perlu ditangani.
  8. Lindungi Perangkat dan Jaringan
    Gunakan kontrol keamanan endpoint, firewall, konfigurasi jaringan yang tepat, dan monitoring sesuai kebutuhan. Perangkat kerja juga perlu dilindungi ketika digunakan di luar kantor.
  9. Tingkatkan Awareness Karyawan
    Karyawan perlu memahami phishing, social engineering, pengelolaan password, penggunaan perangkat, dan cara melaporkan insiden. Pelatihan sebaiknya dilakukan secara berkala dan relevan dengan pekerjaan.
  10. Siapkan Incident Response Plan
    Perusahaan perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran, malware, kehilangan perangkat, atau akses tidak sah. Tentukan peran, jalur eskalasi, komunikasi, dan prosedur pemulihan.
    Rencana respons perlu diuji melalui latihan agar tim tidak baru mempelajarinya ketika insiden benar-benar terjadi.

 

Ancaman, teknologi, dan proses bisnis terus berubah. Karena itu, keamanan data perlu dievaluasi secara berkala melalui peninjauan risiko, konfigurasi, akses, prosedur, dan pelatihan.

 

Apa yang dimaksud keamanan data perusahaan?
Keamanan data perusahaan adalah upaya melindungi informasi bisnis dari akses tidak sah, perubahan, kehilangan, kebocoran, dan gangguan.

Siapa yang bertanggung jawab menjaga data perusahaan?
Tanggung jawab bersifat bersama. Manajemen menetapkan arah dan sumber daya, tim teknis menerapkan kontrol, dan seluruh pengguna perlu mengikuti kebijakan keamanan.

Mengapa backup perlu diuji?
Backup yang tersedia belum tentu dapat dipulihkan dengan benar. Pengujian restore membantu memastikan data dapat digunakan ketika dibutuhkan.

Apa itu least privilege?
Least privilege adalah prinsip memberikan pengguna hanya akses minimum yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.

 

Baca Juga:

 

Keamanan data perusahaan perlu dipahami sebagai bagian dari pengelolaan risiko digital. Perlindungan yang efektif menggabungkan teknologi, proses, kebijakan, dan perilaku pengguna. Dengan penerapan kontrol yang sesuai serta evaluasi secara berkala, individu dan organisasi dapat meningkatkan ketahanan terhadap ancaman digital.

 

NF Academy menyediakan program pelatihan teknologi dan digital yang dapat membantu peserta maupun organisasi meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran yang terstruktur dan berorientasi praktik dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan keamanan digital yang lebih baik.

© 2023 Nurul Fikri Academy. All Rights Reserved Owned by PT Nurul Fikri Cipta Inovasi